Sebelum kalian mempelajari materi pada halaman ini, coba cermati peta konsep bahasan Bab 3 berikut ini.
Simak video singkat mengenai dampak perilaku pamer kemewahan (flexing) di media sosial berikut!
Pertanyaan:
Definisi foya-foya : Adalah aktivitas menghamburkan uang atau harta dengan berlebihan hanya untuk mencari kesenangan duniawi atau hawa nafsu sesaat, sifat ini termasuk tindakan boros yang tidak bermanfaat. Adapun dalam islam, foya-foya berarti melakukan perbuatan israf dan tabzir.
Definisi Israf: israf adalah perilaku yang berlebihan dan melampaui batas dalam menggunakkan harta, waktu, sumber daya, dan tenaga. Contohnya seperti makan dengan porsi banyak bahkan perut pun tidak akan sanggup menghabisinya.
Definisi tabdzir: tabdzir atau biasanya disebut mubadzir adalah aktivitas pemborosan harta, waktu atau tenaga yang dilakukan untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Seperti menyalakan kipas angin saat tidak akan dipakai, menyebabkan tagihan Listrik membengkak secara sia sia.
Perbedaan tabdzir dan israf: perbedaanya adalah terletak pada jumlah/kuantitas dan tujuannya. Israf terjadi saat kita menggunakkan harta atau sumber daya kita secara berlebihan, sedangkan tabdzir terjadi saat kita menggunakkan harta atau sumber daya kita sehingga apa yang kita gunakkan atau dibeli tidak terasa kegunaanya atau bahkan merugikan. Coba Simak ilustrasi dibawah ini!
Allah SWT membenci perlaku berfoya-foya, hal ini termuat pada Surat al isra ayat 26-27.
Definisi Riya: Riya diambil dari bahasa arab رأ (Ro'a) artinya melihat. Sedangkan menurut istilah Riya adalah melaksanakan ibadah atau kebaikan hanya untuk dilihat oleh orang lain.
Definisi Sum'ah: Sum'ah diambil dari bahasa arab سمع (sami'a) artinya mendengar. Sedangkan menurut istilah Sum'ah adalah melaksanakan ibadah atau kebaikan meskipun hanya sedikit untuk diberitahukan kepada orang lain agar orang lain memuji atas ibadahnya atau kebaikannya.
Kedua sifat tersebut termasuk akhlak madzmumah yaitu akhlak yang buruk. Sebagai seorang muslim tidak diperintahkan untuk menyebarkan atau menampakkan kebaikan dan ibadah diri kita sendiri kepada orang lain dengan tujuan untuk mendapatkan pujian atau bisa dikatakan haus validasi. Ibadah dan berbuat baik merupakan perintah Allah SWT kepada kita semua dan Allah SWT tahu atas segala sesuatu apa yang dilakukan oleh kita. Menurut ulama ahli tauhid konsekuensi orang yang melakukan dua sifat tersebut ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW mengkategorikan orang yang beribadah karena Riya dan Sum'ah telah melakukan perbuatan syirik khafi (syirik yang samar). Mari simak video penjelasan ini yuk!
Bahkan Allah SWT memerintahkan agar tidak berbuat riya' dan Sum'ah sebagaimana tercantum pada surah Al Baqarah ayat 264:
Serta sabda Nabi Muhamad SAW mengenai konsekuensi orang yang berbuat riya:
Perlu kita ketahui bahwa dalam bentuknya Riya terbagi menjadi dua, ada Riya dalam niat dan dalam perbuatan.
Adapun pada redaksi lainnya yaitu yang diriwayatkan mutaffaqun alaih.
Takabur atau perilaku sombong adalah memandang diri sendiri seakan lebih hebat daripada orang lain, yang ditandai dengan menolak kebenaran (batharul haq) dan meremehkan/ merendahkan sesama manusia (ghamthun naas).
Sebagai Khalifah di muka bumi ini Allah SWT memerintahkan kepada kita agar hidup berdampingan dengan harmonis antar sesama manusia. Salah satu kunci dari harmonisnya hidup adalah dengan menjauhi perilaku sombong. Meskipun punya ilmu, jabatan, skill dan lain sebagainya kita jangan sombong/takabur. Justru dengan Allah SWT memberikan kemampuan, ilmu dan jabatan merupakan ujian dari Allah untuk mengukur sejauh mana kita dapat mensyukuri dan menggunakannya dengan baik. Contohnya jika kita memiliki ilmu yang tidak dimiliki orang lain misalnya ilmu bela diri, maka gunakanlah ilmu tersebut untuk kebaikan, jangan dijadikan alat untuk sombong bahkan menindas orang lain seperti kasus yang satu ini.
Jika penasaran lihat videonya disini : https://www.instagram.com/reel/DcB3GwTT0vo/?igsh=MW43NGF6M3I4YWc3YQ==
Allah SWT sangat membenci orang yang takabur atau sombong sehingga orang yang takabur tidak akan dijanjikan utuk masuk surga, sebagaimana dikutip dari Surat Al A’raf ayat 40.
Hasad atau dengki adalah rasa tidak senang atas nikmat yang diperoleh orang lain disertai harapan agar nikmat tersebut lenyap atau berpindah kepada dirinya. Menurut Imam Ghazali, 3 jenis hasad yang sangat mebahayakan manusia yang mesti kita jauhi yaitu:
Allah SWT secara tegas melarang sifat hasad, yang mana dikutip dari Surat An Nisa ayat 32
Bahkan Rasulullah SAW mewanti wanti bahwa hasad akan menghilangkan pahala kebaikan yang dimilii kita, hal ini sesuai yang diriwayatkan Abu Dawud
| Sikap Tercela | Cara Menghindarinya | Manfaat & Karakter Rendah Hati |
|---|---|---|
| Berfoya-foya | Menerapkan skala prioritas dan gemar bersedekah. | Memiliki gaya hidup bersahaja (qana'ah) dan bebas dari jerat utang. |
| Riya' & Sum'ah | Menyembunyikan amal kebaikan dan meluruskan niat lillahi ta'ala. | Hati ikhlas, tenang, dan pahala amalan terjaga dari kesia-siaan. |
| Takabur | Menyadari kelemahan diri dan kebesaran Allah SWT. | Tumbuh sikap rendah hati (tawadhu') dan dihargai sesama. |
| Hasad | Turut bersyukur dan mendoakan keberkahan orang lain. | Jiwa lapang, bebas dari iri hati, dan hubungan pertemanan harmonis. |
Untuk membedah bagaimana sifat riya', sum'ah, dan takabur beroperasi di era digital serta bahaya yang ditimbulkannya, mari simak liputan mendalam berikut!
Jawablah pertanyaan berikut di buku catatan atau forum diskusi:
8 Soal Pilihan Ganda & Benar-Salah — Hindari Akhlak Madzmumah dan Bangun Karakter Rendah Hati!