Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai IPTEK
Menelaah kandungan QS. Ali 'Imran ayat 190-191 dan QS. Ar-Rahman ayat 33 untuk kemajuan peradaban
Berpikir Kritis Semangat IPTEK
Sebelum membahas lebih lanjut tentang bab ini, alangkah baiknya kita memahami peta konsep untuk bab 1 ini agar kalian memahami apa yang akan dipelajari disini.
QS. Ali ‘Imran ayat 190-191
Ayat atau surat pertama yang akan kalian pelajari adalah tentang berfikir kritis, Simak dan bacalah ayat berikut!
Nah di video ini, ada penjelasan mengenai Bab 1 ini secara ringkas, kalian bisa tonton video ini sebagai bantuan belajar kalian!
Isi dan Kandungan Ayat
1. Tanda Kebesaran Allah SWT
Ayat 190 menegaskan bahwa penciptaan langit dan bumi yang begitu luas serta fenomena pergantian siang dan malam yang teratur merupakan tanda besar kuasanya.
2. Karakteristik Ulul Albab (Orang yang Berakal) adalah
Mengingat Allah (Dzikrullah): Mereka senantiasa mengingat Allah SWT dalam segala situasi dan kondisi—baik saat berdiri, duduk, maupun dalam keadaan berbaring.
Memikirkan Ciptaan Allah (Tafakkur): Yaitu orang yang merenungkan, mengamati, dan menganalisis penciptaan langit, bumi, serta segala fenomena alam di dalamnya.
3. Keseimbangan antara Zikir dan Fikir
Kandungan ayat ini mengajarkan pentingnya menyatukan antara aktivitas hati (zikir) dan aktivitas akal (Fikir). Berpikir kritis dalam Islam tidak boleh lepas dari keimanan. Proses penalaran ilmiah terhadap alam semesta justru harus semakin mempertebal rasa takwa kepada Sang Pencipta.
4. Kesadaran bahwa Tidak Ada Ciptaan yang Sia-Sia
Seluruh makhluk ciptaan Allah SWT tidak ada yang sia sia. Setiap yang diiptakan Allah SWT ada manfaatnya bagi kita semuanya meskipun terlihat sesuatu yang sangat diremehkan.
QS. Ar Rahman ayat 33
Selanjutnya adalah surat Ar Rahman ayat 33
Isi dan Kandungan Ayat
Ayat tersebut menjelaskan tentang kita mesti semangat untuk mencintai IPTEK (Ilmu Pengetahuan Teknologi). Berikut adalah poin utamanya :
1. Tantangan Melintasi Penjuru Langit dan Bumi
Allah SWT memberikan tantangan kepada mukalaf (jin dan manusia) untuk melintasi bahwa alam semesta ini luas dan menyimpan banyak rahasia yang bisa dieksplorasi.
2. Keterbatasan Fisik Manusia dan Jin
Ayat ini menegaskan bahwa jin dan manusia tidak akan pernah mampu menembus atau mengarungi luasnya alam semesta tersebut hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik atau kemampuan standar yang mereka miliki.
3. Pentingnya Sultan (Kekuatan/Ilmu Pengetahuan)
Sultan diartikan sebagai kekuatan, kekuasaan, atau wewenang.
Dalam konteks pengembangan kehidupan manusia, sultan ini berwujud sebagai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan tingkat tinggi.
Manusia baru bisa menjelajah luar angkasa, menyelami lautan terdalam, dan mengelola isi bumi jika mereka menguasai sains dan teknologi.
4. Dorongan untuk Belajar dan Berinovasi
Secara tidak langsung, ayat ini memotivasi umat Islam untuk menjadi pionir dalam dunia iptek. Umat Islam diperintahkan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, melakukan riset, serta menciptakan inovasi teknologi agar tidak tertinggal dan mampu menjalankan peran sebagai khalifah di bumi dengan optimal.
Apa itu berfikir kritis?
Berfikir kritis adalah proses mental yang mengolah informasi secara sistematis (tersusun), objektif (tidak berat sebelah), mengevaluasi serta menafsirkan suatu informasi. Dengan berfikir kritis, kita akan dapat menentukan mana berita yang salah dan mana berita yang benar serta dapat menilai suatu informasi untuk membuktikan mana yang benar. Sebagai muslim yang baik tentu kita jangan mudah terprovokasi akan informasi yang salah, namun kita harus menyaring informasi yang beredar dan menanamkan sikap pentingnya literasi untuk membangun SDM yang baik.
Mengimplementasikan Kandungan 2 Surah diatas Untuk Belajar Cara Berfikir Kritis
Sekarang, kita akan melihat bagaimana gabungan antara Q.S. Ali ‘Imran: 190-191 (Berpikir Kritis) dan Q.S. ar-Rahmān: 33 (Cinta Iptek) menjadi modal utama untuk menjadi Muslim yang maju, melek teknologi, dan mampu memimpin peradaban. Mari bedah cara mengimplementasikannya dalam metode belajar kita sehari-hari:
1. Perbanyak literasi untuk membuka pemikiran baru
Berlatih meningkatkan literasi merupakan upaya untuk mengubah pola pikir kita agar selaras dengan prinsip tafakur. Tafakur tidak cukup hanya memikirkan saja, namun dengan menganalisis suatu objek hingga menghasilkan pemikiran yang baru merupakan langkah besar untuk kemajuan pengetahuan.
2. Belajar Sebagai Kunci Menguasai "Sultan" Modern (Sains dan Teknologi)
Belajar sepanjang hayat adalah cara kita untuk meraih ilmu pengetahuan. Dengan kita rajin belajar dan mencoba sesuatu hal yang baru merupakan jalan untuk menguasai sains dan teknologi.
3. Belajar Objektif dalam menilai dan berpendapat
Menggunakan akal secara mendalam dan objektif merupakan karakteristik Ulil albab. Sebagai muslim yang baik harus bisa menggunakan akalnya untuk mengolah informasi mana yang benar dan mana yang salah. Serta ketika memberikan informasi harus sesuai data dan fakta. Kita kasih contoh seperti gambar dibawah ini, di mana seorang netizen tanpa dasar ilmu kedokteran dengan beraninya memerintahkan dokter untuk belajar lagi, padahal yang disampaikan dia tidak sesuai dengan faktanya.
4. Memanfaatkan Untuk Berkontribusi untuk Kemanusiaan
Memanfaatkan ciptaan Allah SWT sebagai kontribusi untuk kemanusiaan, karena tidak ada satupun yang diciptakan Allah itu sia-sia. Contoh seperti kita memanfaatkan energi angin untuk listrik, kotoran ayam untuk pupuk, tumbuh-tumbuhan untuk pengobatan modern dan lain sebagainya.
Berdasarkan isi QS. Ali 'Imran ayat 190, apa sajakah fenomena alam semesta yang ditegaskan sebagai tanda kebesaran kuasanya Allah SWT bagi Ulul Albab?
Soal 2 — Pilihan Ganda
Seseorang disebut memenuhi karakteristik sebagai Ulul Albab apabila ia mampu menjaga keselarasan seimbang antara dua aktivitas utama, yaitu...
Soal 3 — Benar / Salah
Berpikir kritis dalam pandangan Islam adalah sebuah proses penalaran ilmiah bebas yang terlepas sepenuhnya dari aspek keimanan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta.
Soal 4 — Pilihan Ganda
Menurut kandungan QS. Ar Rahman ayat 33, jin dan manusia ditegaskan tidak akan pernah mampu menembus luasnya penjuru langit dan bumi jika hanya mengandalkan...
Soal 5 — Pilihan Ganda
Dalam konteks pengembangan kehidupan manusia modern untuk menjelajah alam semesta, istilah "Sultan" pada surah Ar Rahman ayat 33 diwujudkan dalam bentuk...
Soal 6 — Benar / Salah
Gambaran kasus netizen yang berani menceramahi dokter tanpa dasar ilmu medis yang valid merupakan contoh kegagalan implementasi karakteristik Ulil Albab yang mengharuskan berpikir objektif sesuai data dan fakta.